Rabu, 14 Januari 2015

Ahok: Anak tidak kursus & kurang gizi sulit masuk sekolah negeri

Ahok: Anak tidak kursus & kurang gizi sulit masuk sekolah negeri 

Hari ini bangsa kita terjadi diskriminasi sebetulnya, bahkan di tengah ibu kota hasil (penelitian) bank dunia menemukan 40 persen usia 16 sampai 18 tahun kira-kira (usia siswa) SMA itu tidak sekolah di Jakarta. - Basuki Tjahaja Purnama

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan banyak anak usia sekolah di ibu kota tak bisa menikmati fasilitas pendidikan yang layak. Fenomena itu merupakan bentuk diskriminasi yang nyata dalam dunia pendidikan.

"Hari ini bangsa kita terjadi diskriminasi sebetulnya, bahkan di tengah ibu kota hasil (penelitian) bank dunia menemukan 40 persen usia 16 sampai 18 tahun kira-kira (usia siswa) SMA itu tidak sekolah di Jakarta. Karena itu kita berusaha tidak ada satu orang pun tertinggal karena berpikir tidak mungkin saya sekolah," kata Ahok dalam sambutannya di Taman Monas Jakarta, Selasa (30/12).

Menurut dia, Kartu Jakarta Pintar (KJP) pun tak mampu sepenuhnya menanggulangi permasalahan pendidikan. Anak yang memiliki KJP banyak yang gagal dalam tes masuk ke sekolah negeri berkualitas.

"Misalnya kita mengeluarkan KJP dan sekolah tidak perlu bayar tapi ketika dites anak yang tidak kursus, anak tidak makan makanan yang baik tentu secara umum kalah bersaing dengan anak yang kursus dan makan gizinya baik. Akibatnya mereka tidak dapat jatah di sekolah negeri kita," terang dia.

Lanjut dia, anak-anak yang gagal masuk sekolah negeri terpaksa akan mencari sekolah swasta. Namun, karena kemampuannya kalah mereka akan dapat sekolah swasta yang kurang bagus dalam pendidikan.

"Mereka tersingkir ke sekolah swasta (yang) miskin sebetulnya. Bukan hanya miskin tapi jauh dari tempat tinggalnya," pungkas dia.

 

1 komentar: